Tips Trik Dapat Score IELTS Memuaskan (Giliran) ala Saya

download

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi oleh tulisan cakshon disini :

Tips Trik Dapat Score IELTS Memuaskan ala Saya.

Tips Belajar IELTS dan TOEFL iBT Otodidak

Tidak semua ditakdirkan memiliki kecerdasan verbal-linguistic yang bagus, sehingga perlu waktu yang cukup lama untuk mendapatkan score IELTS / TOEFL iBT yang biasa menjadi persyaratan kampus-kampus di luar negeri maupun sponsor beasiswa. – Cak Shon-

Saya adalah salah satunya, dimana belajar bahasa baru adalah momok tersendiri buat saya, jadi ya memang harus go the extra mile. Saya cukup menyadari kemampuan saya, sehingga saya harus menemukan cara efektif untuk menaklukan IELTS ini. Ada 4 section dalam IELTS yaitu Listening, Reading, Writing dan Speaking. Saya akan mencoba sharing pengalaman saya siapa tau bisa membantu sampeyan (entah kenapa suka banget saat cakshon menggunakan kata ini, terasa adem aja).

Listening

Section ini tidak begitu membutuhkan keterampilan khusus, kuncinya cuma konsentrasi dan fokus. Bagaimana melatihnya ? Latihan setiap hari, tidak ada cara lain. Apakah mendengarkan musik, berita atau film berbahasa inggris membantu ? Tergantung, seperti yang saya katakan sebelumnya, verbal-linguistic saya kurang bagus. Jadi cara itu kurang efektif buat saya tetapi untuk beberapa teman itu sangat membantu.

Reading

Untuk section ini, sebenarnya tantangan kita adalah waktu karena kita hanya diberikan waktu 1 jam untuk menjawab 40 soal (klo gak salah, rada lupa). Awalnya saya latihan menggunakan bukunya barron, akan tetapi tingkat kesulitan soal ujian aslinya lebih berat. Jika saya menggunakan soalnya barron, saya bisa mendapatkan poin 7,5 dengan mudah akan tetapi beda ceritanya jika menggunakan referensi cambridge (fyi, soal ujiannnya menggunakan cambridge). Dapat nilai 6,5 saja susahnya minta ampun.

Continue reading

Apakah hidup itu ?

Apakah hidup itu?
Bagaimanakah ciri sesuatu disebut hidup?

Pertanyaan di atas mungkin terdengar remeh dan sepele di telinga kita. Bisa jadi sebagian dari kita menganggap itu hanya akan terlontar dari seorang anak kecil. Tapi sadarkah kita, bahwa sejumlah scientist yang berusaha menjawab pertanyaan itu, gagal memberi definisi yang jelas atas kata “hidup”?

Dalam science, tidak ada kata “nyawa”. Karena nyawa tidak tertangkap indera, tidak mungkin dijadikan bahan observasi. Science hanya boleh melandaskan dirinya pada fakta, atau maksimal teori yang didukung oleh serangkaian bukti.

Oke, mungkin kita merasa dapat menjawab pertanyaan itu dengan “disebut hidup jika beraktivitas”, dan kita merasa ini masuk akal. Memang, itu logis. Namun jika demikian, maka angin tornado pun bisa dibilang hidup.

Kemudian yang lain menimpali, “memiliki metabolisme”. Bisa jadi benar, tapi kita akan dengan terpaksa memasukkan api ke kategori makhluk hidup.

Continue reading

KEGELAPAN

Misal kita berada dalam sebuah ruangan besar, katakanlah sebuah stadion olahraga yang tertutup. Kemudian, terjadi suatu hal semisal gempa, dan semua peralatan listrik mati. Gelap gulita. Karena suatu hal, alat komunikasi pun tak bisa digunakan. Di titik ini, semua orang akan mencari pintu keluar.

Beberapa tahun lalu seorang peneliti menyampaikan hasil risetnya dalam sebuah forum yang kebetulan saya hadiri. Intinya soal behavior, perilaku manusia ketika berada dalam kegelapan.

Yang mungkin terjadi ada berbagai macam. Ada peluang terjadi kepanikan, baik segelintir maupun masal. Tapi yang menarik, adalah situasi di mana tidak ada tekanan untuk keluar dari ruangan secepat mungkin. Semua ingin keluar, dengan penuh ketenangan. Tidak ada rasa panik, tidak tergesa-gesa.

Apa yang terjadi?

Ternyata, masing-masing dari kita secara insting memutuskan untuk mengikuti orang lain. Siapa pun yang tertangkap oleh mata di kegelapan, jika ia tampak mengetahui ke mana ia sedang berjalan, manusia akan mengikutinya. Meski sebenarnya, yang diikuti juga nggak tau apa-apa. Dan yang seperti ini bukan hanya segelintir, tapi bisa dibilang semua.

Karena kita mengikuti seseorang yang tampaknya tahu ke mana ia melangkah, orang lain yang melihat kita pun akan mengikuti kita. Ia tidak tahu bahwa sebenarnya kita juga sedang mengikuti orang lain. Terus seperti itu. Dan uniknya lagi, ini pun tidak permanen. Maksudnya, di satu titik nantinya, seseorang akan memutuskan untuk mengikuti orang yang lain yang dipandang lebih “meyakinkan”. Padahal ya sama-sama nggak taunya. Asal jalan aja.

Jika faktor energi manusia diabaikan, ini akan terjadi terus-menerus tanpa henti. Non-stop. Saling mengikuti satu sama lain, kemudian berpindah orang. Kadang yang diikuti pun berhenti dan berbalik karena bingung, membuat yang mengikuti makin bingung dan mencari orang baru untuk diikuti.

Itulah yang terjadi jika tidak ada cahaya. Hanya kegelapan. Tidak ada petunjuk, tidak tahu ke mana harus melangkah. Tidak ada pedoman.
~ atau mungkin ada, namun kita memilih untuk mengabaikannya…

-Nug-

we call it democracy

I will write interesting opinion from Sudjiwo Tedjo, i just say, i couldn’t agree more

1. Kenapa aku gak bisa terima demokrasi? Karena demokrasi gak logis.. Masa’ kebenaran diserahkan pada banyaknya suara?
2. Ekstemnya, di dalam ‪#‎demokrasi‬ , datarlah bumi karena banyak orang bilang datar meski Columbus dan beberapa lainnya bilang bulat
3. Asumsi #demokrasi bahwa manusia sama..Salah.!! Nggak sama kok. Ada kelas yg cuma mikir diri sendiri (sudra/ paria),ada yang cuma mikir kelompok
4. Yang cuma mikir kelompok tuh zaman dulu disebut Weisya, ada yg mikir negara (Ksatria). Nah di dalam #demokrasi, si sudra bisa jadi anggota DPR
5. Kasta2 itu dulu bukan buat strata sosial, tapi soal kelas kesadaran…nah di dalam #demokrasi orang yang cuma mikir diri (sudra) bisa jadi pemimpin
6. Jangan beralih topik “kalau bukan #demokrasi lantas apa?”..itu soal nanti .. Yang penting kita bahas dulu klenik demokrasi ini
7. Hal yang menggelikan saat ini, percaya pada keris dan dukun dibilang klenik, tapi percaya pada #demokrasi ndak dibilang klenik
8. Klenik abad ini bukanlah Piramida Garut, blue energy dll tapi #demokrasi .. (“yang banyak, yang benar”)
9. Ide anti #demokrasi ini pasti gak laku di koran/televisi karena mereka dapat banyak dari iklan pemilukada,pemilu dll
10. Selain iklan pemilu, koran/televisi hidup dari berita2 gosip/kekerasan/ demo dll yg memang dibiarkan tumbuh dlm #demokrasi
11. Via #demokrasi , Amrik dll lebih punya banyak celah, mengatur orang2 pribumi anggota DPR untuk membikin UU (energi dll) yang untungkan mereka
12. Aku udah sekian tahun lalu mikir anti #demokrasi ini..tapi gak ada koran yang mau muat.. untung sekarang ada twitter
13. Mereka yg beriman pada #demokrasi bisa jadi belum tahu bahwa demokrasi sangat “gak masuk akal” ..dan terbius propaganda
14. Atau, mereka udah tahu borok2 #demokrasi, tapi tetep mendukung karena pengin jadi pemimpin. Dalam #demokrasi, kere bs jd pemimpin
15. Cobalah demo anti #demokrasi, pasti gak diliput pers…jikapun diliput yaaaah setengah hati …Pers dapat untung besar dalam demokrasi
16. Makanya pers sering disebut sebagai pilar keempat #demokrasi
17. Dalam kerajaan, hanya yang berdarah biru yang mimpin.. Dalam #demokrasi hanya yang punya duit yang mimpin atau kere yang disponsori. Bedanya apa?
18 Tawuran gak boleh, tapi #demokrasi disembah2. Kan inti demokrasi itu banyak2an org. Bukan satu lawan satu.Itulah klenik demokrasi
19. Di dalam #demokrasi (+kapitalisme) bayi kayak Esemka diadu dengan mobil2 Jepang, Korea dll. Mestinya bayi itu dibesarkan dulu baru diadu
20. Wisrawa ketika perang sama Danaraja berhenti dulu.Wisrawa ajarkan seluruh ilmunya ke Danaraja. Setelah seimbang, tanding lagi #demokrasi

Songkran

P1090631

This is the festival which you must attend. Maybe there are many kind of festivals in around the world but i think it is the best one. Because you don’t only watch the festival but also taking part in this festival. Actually there are some festival that i know people can join to participate but i am not totally sure you will enjoy it, such as holi (festival of color) in india. But you must prepare yourself to sense a awful smell of kari.

Songkran is held in 3 days from 13 to 15 April. It coincides with the New Year of many calendars of South and Southeast Asia. In this festival, you can throw the water to everyone. So you should not be angry if there are people throw the water to you. The traditional throwing of water is meant as a symbol of washing all of the bad away and is sometimes filled with fragrant herbs when celebrated in the traditional manner. Otherwise The use of chalk is also very common having originated in the chalk used by monks to mark blessings.

Continue reading

Krakatoa

IMG_3954

i know it’s too late writing this journey but i think someday we will forget the detail of journey which is the most interesting point (actually, the last words is inspired from my friend who always write down his journey). At least, next 10-20 years we realize who we were because i’m not totally sure facebook, path, twitter or other social media still keep “our memories”

Back to the topic, this journey was interesting. Krakatoa was the mountain which is one of “Must-Climb-Before-You-Die” list. I went to there with approximately 20 people (sorry, i don’t remember exactly the number), we didn’t know each other so we just scheduled to meet in Kampung Rambutan Terminal to take a bus went to there.

I will skip the story how to go there, regardless it will be a long story, i don’t totally remember the detail. I just remember the route, Terminal -> Merak harbor -> Lampung -> Krakatoa.

I think krakatoa has full package, besides you can enjoy the mountain experience, you also experience about snorkeling and  playing in the beach. I absolutely recommend this place for true adventurer. So just enjoy this pictures  Continue reading